Merantaulah..
Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung
halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah kau, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang
Singa takkan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tak tinggalkan busur takkan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tidak akan menunggu saat munculnya datang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
Jika dibawa ke bandar berubah mahal jadi perhatian hartawan
Salah satu syair Imam Syafi'i
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah kau, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang
Singa takkan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tak tinggalkan busur takkan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tidak akan menunggu saat munculnya datang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
Jika dibawa ke bandar berubah mahal jadi perhatian hartawan
Salah satu syair Imam Syafi'i
Tidak ada komentar:
Posting Komentar