Kutipan Buletin SMKN Spta
Tolong menolong dalam kebaikan
|
edisi 6.
…………….
APA ITU SALAM ?
“Dari Abdullah bin Amr bin
Ash,seorang laki-laki bertanya kepada
Rasulullah.”Apakah amalan yang
paling baik dalam Islam?’, beliau menjawab,
“Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal dan
yang belum kamu kenal.
(Mutaffaqun Alaih).
|
Mengucapkan salam merupakan amalan yang
sangat ringan dan mudah untuk di lakukan di mana saja, tapi salam juga merupakan
amalan yang terbaik dalam islam.Dengan salam kehidupan akan semakin berarti
karena dipenuhi dengan kasih sayang dan cinta kasih yang mendalam. Salam
merupakan norma yang telah di gariskan oleh Allah, karenanya wajib bagi kita
untuk mengamalkan dan menyebarkan salam. Tapi, apakah anda tahu makna salam itu
sendiri?. Salam memiliki makna yang
teramat besar yang terkandung di dalamnya. Salam itu berarti damai. Dengan
salam, suasana yang tegang akan terasa sejuk dan damai, permusuhan bisa menjadi
persahabatan. Salam bisa berarti simbol kedamaian, simbol kebersamaan, simbol kekeluargaan dan simbol ketenangan.
Salam juga merupakan ungkapan yang menggambarkan bahwa antara si pemberi salam
dan yang diberi salam tidak ada sengketa apapun. Yang ada hanya rasa cinta,
persahabatan dan persaudaraan.
Kelihatannya
memang
sederhana
sekali, tapi siapa sangka dibalik kesederhanaannya itu mengandung hikmah dan
keutamaan yang agung karena salam merupakan perintah Allah dan Rasul. “Rasulullah
memerintahkan kami untuk lakukan
tujuh perkara, yaitu menjenguk orang sakit, mengiring jenazah, mendo’akan orang
yang bersin yang memuji Allah, membantu orang yang lemah, menolong orang yang
di zalimi, mengucapkan salam, dan
memenuhi sumpah”(HR.Bukhori Muslim).
Salam telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara
yang baik dalam bergaul dan mencari teman. Kita tidak bisa seenaknya memanggil
seseorang yang tidak dikenal sebelumnya, maka hendaknya kita memulai dengan
ucapan salam sehingga kita akan berani untuk berkenalan dan menjadikannya
teman. Kita pun tidak bisa sembarangan memasuki rumah yang bukan milik kita,
ada tata cara dan adab yang harus diperhatikan sebelumnya, dari memulai salam
sampai kita berpamitan. Orang yang mengucapkan salam itu berarti memberikan
pernyataan bahwa “Kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.”
Mengucapkan salam akan menjadi amalan yang memasukkan pelakunya ke dalam surga. Sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh
At-Tirmidzi yaitu”Wahai manusia, Sebarkanlah salam, berikanlah makan,
dan lakukan silaturrahmi, dan shalatlah malam ketika orang tidur, maka engkau
akan masuk surga dengan selamat.”
Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa salam
berarti perdamaian, sarana untuk mengingat(dzikir) Allah, pengingat diri,
ungkapan kasih sayang antar sesama muslim, do’a yang istimewa dan pernyataan
bahwa anda aman dari bahaya tangan dan lidahnya.
¿
MENGUCAPKAN SALAM MENURUT ISLAM
Sebelum terbitnya fajar islam, orang arab biasa
menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti HAYAKALLAH (semoga Allah menjagamu tetap
hidup). Kemudian Islam memperkenalkan ungkapan
ASSALAMU’ALAIKUM (semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan
nestapa). Ungkapan Islami ini lebih berbobot dibandingkan dengan
ungkapan-ungkapan kasih saying yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini
didukung oleh beberapa alasan, yakni sebagai berikut:
Salam bukan sekedar ungkapan kasih sayang, tetapi juga memberikan alasan
dan logika yang diwujudkan dalam bentuk do’a pengharapan agar anda selamat dari
segala macam duka dan derita.
Salam mengingatkan kita bahwa semua bergantung kepada
Allah SWT. Tak ada satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat
kepada siapapun tanpa seizin Allah SWT.
Perhatikanlah
ketika seseorang mengatakan kepada anda, “Aku berdo’a semoga kamu sejahtera”,
maka ia mengatakan dan berjanji bahwa anda aman dari tangan (perlakuan) dan
kidah (lisan) dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga diri
anda.
Hal ini
terangkum dengan indah dalam sebuah hadits:
“Muslim
sejati adalah bahwa ia tidak membahayakan setiap muslim yang lain dari lidah
dan tangannya.”
o PENTINGNYA MENGUCAP SALAM
Ketika seorang memberi salam kepada orang lain,
derajatnya akan ditinggikan dihadapan Allah. Apabila seseorang memasuki sebuah
majelis, maka hendaknya ia mengucapkan salam, dan jika dia akan pergi,
hendaklah mengucapkan salam lagi. Tidaklah salam yang pertama (ketika masuk)
lebih berhak diucapkan daripada salam yang akhir(ketika keluar). Jika jamaah
majelis menjawab ucapan salamnya, maka makhluk yang lebih baik dai merekalah
(para malaikat) yang akan menjawab
ucapan salam tersebut.
Begitu
pentingnya ucapan salam dalam kehidupan muslim, dikarenakan salam itu memiliki
hikmah yang begitu besar. Sebab, pada hakikatnya hakikat salam itu sendiri
mencakup beberapa pengertian:
A. Ucapan yang berarti mendo’akan orang lain agar hidup
bahagia, tenang, tentram, dan damai seperti tidak akan mengalami kematian.
B.
Jawaban salam
yaitu “WARAHMATULLAHIWABARAKATUH”,berarti mendo’akan orang lain bahwa ia tidak
hanya bahagia tetapi juga dirahmati dan diberkahi Allah.
C. Menimbulkan rasa persamaan dan kebersamaan dalam diri
setiap umat islam. Sebab dalam ucapan salam tidak terdapat perbedaan antara
ucapan kepada orang kaya, miskin, dewasa, anak kecil, atasan, bawahan, raja,
rakyat dan sebagainya.
Menyebarkan salam diantara umat
muslim adalah sebuah keutamaan yang harus dipelihara. Karena hal tersebut
sesuai dengan sabda Nabi SAW. Dengan salam kita akan saling mencintai, dan
cinta diantara kitalah yang akan memperkokoh Ukhuwah Islamiyah sebagai dasar
lahirnya kebangkitan umat. Seringkali kita hanya memberikan salam kepada sesama
kita yang sudah kita kenal. Padahal
dalam Islam, kita harus memberikan salam kepada orang yang kita kenal maupun
yang belum kita kenal.
¿ HUKUM MEMBERI DAN MENJAWAB SALAM
Memberi atau memulai salam kepada orang lain hukumnya
sunah atau dianjurkan. Sedangkan menjawabnya merupakan suatu kewajiban. Jika
kita sedang dalam keadaan sendirian dan ada yang mengucapkan salam kepada kita,
maka kita wajib menjawabnya karena menjawab salm dalam keadaan tersebut
hukumnya fardhu ‘ain. Sedangkan jika
salam diucapkan pada suatu kelompok, maka hokum menjawabnya adalah fardhu kifayah.
¿ ADAB MENGUCAPKAN SALAM
Ucapan salam adalah ucapan yang telah
diajarkan sejak Nabi Adam diciptakan. Kemudian ucapan salam ini menjadi kalimat
sapaan bagi seluruh anak keturunannya. Dalam mengucapkan salam terdapat
adab-adab yang perlu diperhatikan, antara lain:
Mengucapkannya dengan sempurna
Kita
sangat dianjurkan mengucapkan salam dengan sempurna yaitu dengan ucapan
“ASSALAMU’ALAIKUM
WARAHMATULLAHI WA BARAKAATUHU”
Memulai salam terlebih dahulu “Yang lebih baik dari
kedua-duanya adalah yang memulai salam.”(HR. Bukhori Muslim)
Mengulangi salam tatkala berjumpa lagi walaupun berselang sesaat
“Apabila diantara kalian berjumpa dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan
salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian
berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salm (lagi).”(HR.Abu Daud).
Memberi salam tidak terlalu keras dan terlalu pelan
Memberi salam adalah adab dan akhlak yang mulia. Oleh
karena itu, ketika memberi salam jangan terlalu keras yang justru mengganggu
orang yang sedang tidur dan jangan terlalu pelan hingga tidak terdengar.
Diharamkan memulai salam kepada orang Yahudi dan
Nasrani
“Janganlah
kalian mengucapkan salam lebih dahulu
kepada Yahudi dan Nasrani, dan bila kalian bertemu mereka pada suatu jalan maka
desaklah mereka ke sisi jalan yang sempit.”(HR. Muslim)
Memberi salam ketika memasuki rumah
Memberi salam
kepada kaum wanita
Jika tidak dikhawatirkan timbul fitnah, disunahkan pula memberi salam pada para
wanita. Berusaha memberikan salam dengan yang lebih baik
Maksudnya , tidak layak bagi kita membalas salam orang
lain dengan salam yang lebih sedikit, maka balaslah dengan yang lebih baik atau
balaslah dengan serupa.”(QS. An-Nur ;86).
Rasulullah SAW juga bersabda;
“Apabila
seseorang menjawab salam dengan ucapan
“wa’alaikum salam”, maka baginya sepuluh kebaikan , bila di tambah dengan “warahmatullah”
maka baginya di tambah sepuluh kebaikan, dan bila di tambah dengan
“wabarakaatuhu” ditambah lagi oleh Allah sepuluh kebaikan untuknya.”