Rabu, 16 April 2014

Inspiration










 


Merantaulah..


Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah kau, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
jika mengalir menjadi jernih, jika tidak kan keruh menggenang
Singa takkan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tak tinggalkan busur takkan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tidak akan menunggu saat munculnya datang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan

Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
Jika dibawa ke bandar berubah mahal jadi perhatian hartawan


Salah satu syair Imam Syafi'i

Selasa, 15 April 2014



Kutipan Buletin SMKN Spta
Tolong menolong dalam kebaikan

                                                                                                                                                                                   edisi  6. …………….


APA ITU SALAM ?

“Dari Abdullah bin Amr bin
Ash,seorang laki-laki bertanya kepada
Rasulullah.”Apakah amalan yang
paling baik dalam Islam?’, beliau menjawab, “Memberi makan dan mengucapkan salam kepada orang yang telah kamu kenal dan yang belum kamu kenal.
(Mutaffaqun Alaih).

            Mengucapkan salam merupakan amalan yang sangat ringan dan mudah untuk di lakukan di mana saja, tapi salam juga merupakan amalan yang terbaik dalam islam.Dengan salam kehidupan akan semakin berarti karena dipenuhi dengan kasih sayang dan cinta kasih yang mendalam. Salam merupakan norma yang telah di gariskan oleh Allah, karenanya wajib bagi kita untuk mengamalkan dan menyebarkan salam. Tapi, apakah anda tahu makna salam itu sendiri?. Salam memiliki  makna yang teramat besar yang terkandung di dalamnya. Salam itu berarti damai. Dengan salam, suasana yang tegang akan terasa sejuk dan damai, permusuhan bisa menjadi persahabatan. Salam bisa berarti simbol kedamaian, simbol kebersamaan,  simbol kekeluargaan dan simbol ketenangan. Salam juga merupakan ungkapan yang menggambarkan bahwa antara si pemberi salam dan yang diberi salam tidak ada sengketa apapun. Yang ada hanya rasa cinta,
persahabatan dan persaudaraan.
 Kelihatannya memang
   sederhana sekali, tapi siapa sangka dibalik kesederhanaannya itu mengandung hikmah dan keutamaan yang agung karena salam merupakan perintah Allah dan Rasul. “Rasulullah memerintahkan kami untuk      lakukan tujuh perkara, yaitu menjenguk orang sakit, mengiring jenazah, mendo’akan orang yang bersin yang memuji Allah, membantu orang yang lemah, menolong orang yang di zalimi, mengucapkan salam, dan memenuhi sumpah”(HR.Bukhori Muslim).
Salam telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara yang baik dalam bergaul dan mencari teman. Kita tidak bisa seenaknya memanggil seseorang yang tidak dikenal sebelumnya, maka hendaknya kita memulai dengan ucapan salam sehingga kita akan berani untuk berkenalan dan menjadikannya teman. Kita pun tidak bisa sembarangan memasuki rumah yang bukan milik kita, ada tata cara dan adab yang harus diperhatikan sebelumnya, dari memulai salam sampai kita berpamitan. Orang yang mengucapkan salam itu berarti memberikan pernyataan bahwa “Kamu tidak terancam dan aman sepenuhnya dari diriku.”
Mengucapkan salam akan menjadi amalan yang  memasukkan pelakunya ke dalam surga. Sesuai  dengan hadits yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi yaitu”Wahai manusia, Sebarkanlah salam, berikanlah makan, dan lakukan silaturrahmi, dan shalatlah malam ketika orang tidur, maka engkau akan masuk surga dengan selamat.”
Dari uraian diatas kita dapat menyimpulkan bahwa salam berarti perdamaian, sarana untuk mengingat(dzikir) Allah, pengingat diri, ungkapan kasih sayang antar sesama  muslim, do’a yang istimewa dan pernyataan bahwa anda aman dari bahaya tangan dan lidahnya.

¿  MENGUCAPKAN SALAM MENURUT ISLAM
Sebelum terbitnya fajar islam, orang arab biasa menggunakan ungkapan-ungkapan yang lain, seperti  HAYAKALLAH (semoga Allah menjagamu tetap hidup). Kemudian Islam memperkenalkan  ungkapan ASSALAMU’ALAIKUM (semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa). Ungkapan Islami ini lebih berbobot dibandingkan dengan ungkapan-ungkapan kasih saying yang digunakan oleh bangsa-bangsa lain. Hal ini didukung oleh beberapa alasan, yakni sebagai berikut:
*    Salam bukan sekedar ungkapan     kasih sayang, tetapi juga memberikan alasan dan logika yang diwujudkan dalam bentuk do’a pengharapan agar anda selamat dari segala macam duka dan derita.
*    Salam mengingatkan kita bahwa semua bergantung kepada Allah SWT. Tak ada satupun makhluk yang bisa mencelakai atau memberikan manfaat kepada siapapun tanpa seizin Allah SWT.
*     Perhatikanlah ketika seseorang mengatakan kepada anda, “Aku berdo’a semoga kamu sejahtera”, maka ia mengatakan dan berjanji bahwa anda aman dari tangan (perlakuan) dan kidah (lisan) dan ia akan menghormati hak hidup, kehormatan, dan harga diri anda.
Hal ini terangkum dengan indah dalam sebuah hadits:
“Muslim sejati adalah bahwa ia tidak membahayakan setiap muslim yang lain dari lidah dan tangannya.”

o     PENTINGNYA MENGUCAP SALAM
Ketika seorang memberi salam kepada orang lain, derajatnya akan ditinggikan dihadapan Allah. Apabila seseorang memasuki sebuah majelis, maka hendaknya ia mengucapkan salam, dan jika dia akan pergi, hendaklah mengucapkan salam lagi. Tidaklah salam yang pertama (ketika masuk) lebih berhak diucapkan daripada salam yang akhir(ketika keluar). Jika jamaah majelis menjawab ucapan salamnya, maka makhluk yang lebih baik dai merekalah (para malaikat) yang akan  menjawab ucapan salam tersebut.
Begitu pentingnya ucapan salam dalam kehidupan muslim, dikarenakan salam itu memiliki hikmah yang begitu besar. Sebab, pada hakikatnya hakikat salam itu sendiri mencakup beberapa pengertian:
A.    Ucapan yang berarti mendo’akan orang lain agar hidup bahagia, tenang, tentram, dan damai seperti tidak akan mengalami kematian.
B.     Jawaban salam yaitu “WARAHMATULLAHIWABARAKATUH”,berarti mendo’akan orang lain bahwa ia tidak hanya bahagia tetapi juga dirahmati dan diberkahi Allah.
C.     Menimbulkan rasa persamaan dan kebersamaan dalam diri setiap umat islam. Sebab dalam ucapan salam tidak terdapat perbedaan antara ucapan kepada orang kaya, miskin, dewasa, anak kecil, atasan, bawahan, raja, rakyat dan sebagainya.
           Menyebarkan salam diantara umat muslim adalah sebuah keutamaan yang harus dipelihara. Karena hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi SAW. Dengan salam kita akan saling mencintai, dan cinta diantara kitalah yang akan memperkokoh Ukhuwah Islamiyah sebagai dasar lahirnya kebangkitan umat. Seringkali kita hanya memberikan salam kepada sesama  kita yang sudah kita kenal. Padahal dalam Islam, kita harus memberikan salam kepada orang yang kita kenal maupun yang belum kita kenal.
¿      HUKUM MEMBERI DAN MENJAWAB SALAM
Memberi atau memulai salam kepada orang lain hukumnya sunah atau dianjurkan. Sedangkan menjawabnya merupakan suatu kewajiban. Jika kita sedang dalam keadaan sendirian dan ada yang mengucapkan salam kepada kita, maka kita wajib menjawabnya karena menjawab salm dalam keadaan tersebut hukumnya fardhu ‘ain. Sedangkan jika salam diucapkan pada suatu kelompok, maka hokum menjawabnya adalah fardhu kifayah.

¿      ADAB MENGUCAPKAN SALAM
      Ucapan salam adalah ucapan yang telah diajarkan sejak Nabi Adam diciptakan. Kemudian ucapan salam ini menjadi kalimat sapaan bagi seluruh anak keturunannya. Dalam mengucapkan salam terdapat adab-adab yang perlu diperhatikan, antara lain:
*    Mengucapkannya dengan sempurna
Kita sangat dianjurkan mengucapkan salam dengan sempurna yaitu dengan ucapan “ASSALAMU’ALAIKUM
 WARAHMATULLAHI WA BARAKAATUHU”
*    Memulai salam terlebih dahulu       “Yang lebih baik dari kedua-duanya adalah yang memulai salam.”(HR. Bukhori Muslim)
*    Mengulangi salam tatkala   berjumpa lagi walaupun berselang sesaat
   “Apabila diantara kalian berjumpa   dengan saudaranya, maka hendaklah mengucapkan salam kepadanya. Apabila terhalang oleh pohon, dinding, atau batu (besar), kemudian berjumpa lagi, maka hendaklah dia mengucapkan salm (lagi).”(HR.Abu Daud).
*    Memberi salam tidak terlalu keras dan terlalu pelan
Memberi salam adalah adab dan akhlak yang mulia. Oleh karena itu, ketika memberi salam jangan terlalu keras yang justru mengganggu orang yang sedang tidur dan jangan terlalu pelan hingga tidak terdengar.
*    Diharamkan memulai salam kepada orang Yahudi dan Nasrani
    Janganlah kalian mengucapkan salam  lebih dahulu kepada Yahudi dan Nasrani, dan bila kalian bertemu mereka pada suatu jalan maka desaklah mereka ke sisi jalan yang sempit.”(HR. Muslim)
*          Memberi salam ketika memasuki  rumah
*         Memberi salam kepada kaum wanita
Jika tidak dikhawatirkan timbul fitnah,   disunahkan pula memberi salam pada para wanita. Berusaha memberikan salam dengan yang lebih baik
Maksudnya , tidak layak bagi kita membalas salam orang lain dengan salam yang lebih sedikit, maka balaslah dengan yang lebih baik atau balaslah dengan serupa.”(QS. An-Nur ;86).
Rasulullah SAW juga bersabda;
“Apabila seseorang menjawab salam  dengan ucapan “wa’alaikum salam”, maka baginya sepuluh kebaikan , bila di tambah dengan “warahmatullah” maka baginya di tambah sepuluh kebaikan, dan bila di tambah dengan “wabarakaatuhu” ditambah lagi oleh Allah sepuluh kebaikan untuknya.”